Jumat, 24 November 2017

Best Choice Before Married

Sebelum mengarah pada pernikahan. Yang paling utama yang harus kita perhatikan adalah harus SEIMBANG dulu hubungannya. SAMA-SAMA saling tertarik, saling suka, saling sayang, saling menghargai, sama sama mau bikin hubungan ini berhasil. Baru bisa di harapkan untuk pernikahan yang baik. Tanpa di sadari, banyak orang menjalin hubungan sama orang yang sebenarnya dia ga suka-suka amat (nurutin ego, dipaksa pihak tertentu, kepentok umur, gengsi ga punya pacar,dll). Atau udah tau ngga di hargai, ga di gubris tapi masih di lanjutkan. Terus terang, hubungan kaya gini nih yang cari penyakit. Jangan berharap bertahan lama, kalau awalnya saja udah banyak kesalahan. Jelas-jelas udah kelihatan ngga sehatnya karena perlu DUA PIHAK yang usaha mati-matian untuk sebuah PERNIKAHAN. Kalau cuma satu pihak aja yang mati-matian pasti rasanya mau mati. Kedengerannya lucu kalimatnya, tapi setelah di jalani ga ada lucu-lucunya. Mau nyoba?
Sebelum kamu mencari seperti apa pasangan yang ingin kamu ajak susah seneng bareng. Kamu harus kenal diri kamu sendiri dulu. Banyak orang yang menyepelekan kata kata ini, bahkan nyaris tidak tau. Padahal ada banyak keuntungan saat kita bisa kenal siapa kita. Karena semakin kita kenal dengan diri kita sendiri, akan semakin kita tau apa yang kita mau. Tipe pasagan seperti apa yang kita butuhkan. Apa yang paling penting buat kita dari seorang pasangan. Karakter apa yang kita ga mau tolerir. Hal-hal apa yang kita ga sudi kompromi. Dan kekurangan-kekurangan apa yang mau kita terima. Makin kita melek, makin mudah untuk kita buat keputusan mau lanjut ke pernikahan atau udahan aja cukup sampe disini.
Tapi, lain lagi kalau kita ga kenal diri kita sendiri, ga tau kita maunya apa, atau ga punya gambar diri yang bener (kamu pikir kamu ga cukup bagus atau takut ga ada lagi yang mau sama kamu), akan susah untuk buat keputusan yang bijaksana. Akhirnya setelah di paksain naik pelaminan eh malah jadi penderitaan berkepanjangan. Karena kamu milih tetep ambil apa yang jelas-jelas ga bisa kamu terima. Ga mau kan???
Pernyataan ‘ga ada yang sempurna’ emang bener, setiap orang juga terlahir pasti ada paket plus minusnya. Tapi kita tetep harus tau apa yang penting buat kita. Apa yang kita prioritaskan. Hubungan yang baik itu harus seneng. Kalau baru pacaran aja udah ribet sama drama, bayangin kalau udah nikah. Ngimpi kalau ngarepin orang berubah cuma karena MENIKAH. Kecuali kalau mental kamu bener-bener siap buat nerima semua hal tadi seumur hidup kamu. Karena menikah adalah meninggalkan keluarga inti untuk menghabiskan sisa umur yang kita punya dengan orang yang tepat, bukan yang cepat. Dan setiap harinya dalam pernikahan, kita bisa memilih untuk terus bersyukur atau terus mengeluh.
Coba di evaluasi lagi hubungannya. Kalau rasa saling memperjuangkannya itu sama beratnya baru berharga untuk di perjuangkan ke jenjang berikutnya. Perlu kedewasaan untuk membuat penilaian yang apa adanya. Kalau udah nikah gimana? Kalau udah nikah cuma bisa di ikhlasin, gigit jari, nangisin pilihan sendiri. Kan dulu milih sendiri. Konsekuensinya memang seumur hidup.
Semoga semakin lebih berani memperjuangkan untuk sesuatu yang memang harus di perjuangkan. Lebih berani tegas untuk sesuatu yang memang harus di tegaskan. Dan lebih berani meninggalkan untuk sesuatu yang memang harus di tinggalkan. Sebab, semakin hari akan semakin mengerti, hidup itu tentang mengambil pilihan demi pilihan.


IB : MS (Entertainer), PK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar