Aku percaya, tidak ada di dunia ini yang memiliki kisah cinta yang sempurna, bahkan yang di nilai sempurna oleh orang lain pun, pada dasarnya tetap memiliki kekurangan, hanya saja dua cinta yang bekerja di dalamnya tidak memperlihatkan kepada dunia.
Aku, salah satu perempuan yang meyakini, jika kesempurnaan cinta datang pada mereka yang di dalamnya bekerja untuk saling melengkapi, saling menggenapi, saling mengisi. Mungkin itu alasan Tuhan mengapa manusia di ciptakan dalam keadaan lebih dan kurang. Kekuranganku, untuk di lengkapi lebihmu, sedang kekuranganmu, untuk di lengkapi lebihku.
Cinta itu baik, jika selalu terpeluk oleh doa, setia dan saling percaya, dan cela yang ada dalam kisah cinta, akan selesai dengan baik dihadapi bersama, lengkap dengan rasa tanggung-jawab sebagaimana mestinya.
Ketika nanti aku sudah menemukan pendamping hidup, kepadanya aku akan selalu mengingatkan, jika cinta yang hebat lahir dari kesabaran yang kuat. Jika cinta yang bahagia lahir dari susah senang yang di hadapi bersama-sama. Jika cinta yang abadi lahir dari dua hati yang keduanya benar-benar saling mencintai. Dan kamu tidak perlu sempurna, sebab di mataku kamu selalu indah, dan 365 hari yang berulang, itu tidak akan pernah berubah. Berat memang. Sulit, kamu pun tau tahu ini sulit. Tapi satu hal, perjalanan menujumu adalah perjalanan terbaik yang pernah aku tempuh.
Tidak perlu berdebat tentang siapa di antara kita yang lebih mencintai, lebih setia, atau lebih memahami. Sebab, cinta tidak menakar kasih sayang dalam lebih dan kurang. Atas nama cinta, aku dan kamu adalah dua yang saling mencintai, saling setia, dan saling memahami. Kekuranganmu, untuk di lengkapiku. Kekuranganku, untuk di lengkapimu. Keras kepalamu, untuk sabarku. Sabarmu, untuk amarahku. Cinta itu tentang kerja sama, tentang saling menerima. Begitulah caraku menerimamu, menerima semua tentang dirimu. Bahkan hal terburuk di dirimu pun aku terima dengan semua kemampuanku. Tak ada yang aku keluh kesahkan. Bahkan hingga saat ini aku mengenalmu. Sedikitpun tidak ada penyesalan yang tersirat di benakku. Aku harap kau pun demikian padaku.
Mencintaimu, tidak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, pada suatu hari, dengan alasan yang masih belum kupahami, Tuhan menempatkanmu menjadi bagian terbaik di hati dan ingatanku. Jadi, ketika nanti kamu menanyakan alasan mengapa aku bisa sejatuh ini dalam mencintai kamu, maaf aku tidak bisa menjawabmu, sebab sampai hari inipun, sudah berusaha aku mencarinya, tidak kutemukan jawabannya. Aku hanya berharap, perasaan-perasaan terbaik dan terburukku dalam mencintai kamu, tidak pernah merepotkanmu. Semoga perjalanan-perjalanan sulit ini, menjadi sesuatu yang di hitung baik oleh Tuhan, sebagai bentuk perjuangan. Aku tidak ingin apa-apa, aku hanya ingin di percaya Tuhan, jika di hatiku, cintamu akan tenang dan aman.
Source : Pena Kecil

Tidak ada komentar:
Posting Komentar