Jumat, 24 November 2017

Pilihan, Karakter, Kedewasaan...

Mengapa memilih pasangan hidup yang tepat itu penting?
Jawabannya, karena seumur hidup itu lama. Karena jadi pasangan suami istri dan orangtua itu perlu dua orang yang dewasa. Karena kalau salah pilih orang ga bisa di tuker tambah. Perlu dua orang dewasa, karena membina rumah tangga itu harus bisa mengalahkan kesenangan pribadi demi kebahagiaan bersama. Yang gak membesar-besarkan masalah dan menyelesaikannya berdua, bukan mengaitkan pihak lain yang belum tentu terkait sama masalah kita. Yang menganggap kerukunan dalam berumah tangga lebih penting daripada menang sendiri. Dan ini untuk seumur hidup, bukan seminggu atau sebulan. Mau punya pasangan yang kelakuannya masih anak-anak? Kita bakal jadi orangtua lho, jadi teladan bagi anak-anak kita nanti. Kalo pasangan kita modelnya sama kaya anak kita, bakal ada banyak orang yang sikapnya kayak dia di rumah kita. Kalo belum nemu yang baik, dewasa, bisa di percaya, setia, respect, komitmen, peduli sama hubungan kalian, mending jomblo aja dulu deh. Hehehe
Perhatikan karakter dirinya. Karena pada akhirnya yang kita nikahi adalah karakter kesehariannya. SIFAT. POLA PIKIR. RESPON. REAKSI SPONTAN. SIKAP. WATAK. Karakternya cocok gak buat di jadiin teman hidup seumur hidup? DEWASA gak? Waktu dia marah bisa di kontrol gak? Waktu kamu memarahinya dia seperti apa? Mau menerima penjelasan gak? Kalau khawatir, dia mencarimu dengan bertanya atau memarahimu? Gimana perlakuan ke kamu dan keluargamu? Bisa di ajak kompromi gak? Komitmennya bisa di pertanggung jawabkan gak? Mau minta maaf dan memaafkan gak? Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang mondar mandir di pikiran.
Nah, kalo kriteria yang kamu mau seperti itu. Waktunya introspeksi diri. Yang kriteria karakter kayak gitu mau gak sama kamu? Nuntut mah enak ya, padahal kalo di tuntut juga ngedumel dalam hati. Hahaha. Mau yang rajin ibadah, ibadah kita gimana? Mau yang gesit ngerjain kerjaan rumah, kerjaan rumah kita gimana? Mau yang pekerja keras, kitanya gimana? Inget kan kalo jodoh itu cerminan diri kita...
Kebanyakan orang menarik kualitas yang sama dengan dirinya.
Apa yang kamu lihat ya itu yang kamu dapat. Makanya kalo mau liat-liat jangan buru-buru. Takutnya belum keliatan semua. Jangan cuma ngeliat dia mukanya cakep, tinggi, mulus, ngehits, bergelar, dan lain-lain. Adakah jaminan fisik bisa membuat pernikahanmu berjalan baik? Jangan juga merem jadi gak bisa liat apa-apa, padahal udah jelas banget. Buka mata lebar-lebar dalam menentukan pasangan sebelum menikah akan menyelamatkan kamu dari banyaknya drama yang sebenarnya gak perlu. Kalo masih belum nikah sih masih bisa di tuker tambah. Tapi kalo udah tau dia begini begitu tapi tetep ngotot maunya sama dia ya jangan banyak ngemeng, nanti ngeluh kesana sini, cerita kejelekannya kesana sini, nyeselin pilihan yang udah di ambil sendiri. Soalnya paketnya emang harus di ambil semuanya sama sampah-sampahnya juga. Uuppss...
Kalo kamu udah punya kualitas diri yang baik, tinggal MELEK buat milih yang akan kamu nikahi, jangan MEREM. Apalagi pura-pura merem. Soalnya kalo kamunya udah bagus tapi milih yang gak bagus, mau nyalahin siapa? Mau ngorbanin seumur hidup kamu?
Pernikahan hanya untuk orang yang dewasa. Bukan usianya ya, tapi mentalnya. Usia ga menjamin seseorang dewasa. Pernah denger kan kalimat TUA ITU PASTI, DEWASA ITU PILIHAN? Banyak orang menikah karena kepentok umur. Gengsi, malu kalau umur segini belum nikah. Padahal menikah itu ga semudah yang di bayangkan. Cuma orang-orang yang bisa mengesampingkan ego, tidak mementingkan dirinya sendiri dan punya komitmen yang bisa menjalankan pernikahan dengan baik. Karena di dalam pernikahan semua tentang berdua. KITA. And that’s TOUGH.
Kalau masih ada pikiran how about me? What I want? Mending jangan nikah dulu deh. Jangan nikahi orang yang sikapnya belum dewasa. Jangan menikah kalau kamu belum bisa bersikap dewasa (lagi-lagi ngomongin dewasa). Except you want unnecessary dramas.
Kita tidak pernah di larang untuk jatuh cinta pada siapapun. Kita bebas memilih seseorang yang ingin kita cintai. Tapi sayang, kita hanya di beri rasa cinta itu, tidak dengan kuasa. Kita tidak di beri kuasa oleh Tuhan untuk bisa menentukan nanti mau menikah dengan siapa, sebebas kemauan kita. Tuhan sediain banyak pilihan untuk kita. Ketemuin kita sama banyak orang. Terlepas berjodoh atau tidak, percaya saja kalau takdir kita telah tertulis rapi oleh-Nya. Kita hanya akan menikah atas izin dan kehendak Tuhan. Di waktu yang telah Dia tentukan bersama seseorang yang Dia kehendaki.
Yang terpisah, sejauh apapun semesta memisahkan, pasti Tuhan telah mempersiapkan jalan untuk menyatukan. Yang berdekatan, sedekat dan seintens apapun hubungan itu, jika Tuhan menulis takdirmu bukan dengannya, akan ada jalan Tuhan memisahkan dengan ketentuan-Nya. Jangan lupa terus memperbaiki karakter diri supaya dapet pasangan yang bagus juga.

IB : MS (Entertainer), MeMa (Akun inspiratif), Orang-orang inspiratif.

Menikah Itu Ibadah

‘Menikah itu ibadah’. Pasti tau lah ya...
Hampir kebanyakan orang pengen cepet-cepet nikah dengan dalih karena itu adalah ibadah. Sebenernya artinya ga cuma sekedar itu. Pengertian ibadah dalam pernikahan itu luas banget. Saya mencoba membuat kesimpulan pengertian ibadah dalam pernikahan dari beberapa sumber yang pernah saya tanya dan saya baca.
Ibadah dalam pernikahan artinya keserupaan. Yaitu serupa dengan Tuhan. Kalau kita menjalankan pernikahan dengan caranya Tuhan, maka pernikahan itu adalah ibadah. Disebut ibadah jika sikap hidup kita dalam pernikahan menyerupai perintah Tuhan kita. Bahkan kalau kita bekerja sebagaimana Tuhan ingin kita bekerja, itu juga ibadah. Menjalankan kewajiban dengan semestinya dan seharusnya. Semakin cara hidup kita serupa dengan yang Tuhan kita inginkan, itulah ibadah sesungguhnya. Bukan hanya di tempat ibadah dan melakukan rutinitas agama saja. Melainkan cara hidup kita yang baik. Itu pun ibadah. Memilih pasangan hidup yang bisa terus mengingatkanmu pada Tuhan, itu juga ibadah. Namanya juga pernikahan. Semua tentang berdua kan. Termasuk urusan ibadah. Jadi, sebelum kamu mengatasnamakan ibadah dalam pernikahanmu, pilihlah dulu pasangan yang akan membawamu pada ibadah tersebut.
Saya pernah membaca sebuah buku tentang pernikahan. Ada satu lembar dari buku tersebut yang isinya tidak asing di telinga, tetapi memiliki makna tersirat yang sangat mengagumkan, dan saya suka bagian itu. Isinya begini.
Saya terima nikahnya si anu binti si anu dengan mas kawinnya bla bla bla di bayar tunai...
“Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya. Dosa apa saja yang telah ia lakukan. Dari tidak menutup aurat hingga meninggalkan shalat. Semua yang berhubungan dengan si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orangtuanya yang menanggung. Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku. Jika aku gagal, maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku.” (HR. Muslim)
Semoga isi tulisan di atas bisa di pahami ya. Hehehe... Jujur saya merinding pas baca tulisan itu. Karena saya baru tau makna dari kalimat ijab qabul. Speechless.
Buat saya, menikah bukan hanya perkara memiliki keturunan, pasangan yang baik dan setia. Tapi juga tentang bagaimana menerima semua yang berhubungan dengan rumah tangga. Bahkan dalam agama Islam jelas di katakan saat memilih pasangan, yang harus di perhatikan pertama kali adalah agamanya. Karena fondasi rumah tangga yang baik datang dari pemahaman agama yang baik. Penting. Jelas sangat penting. Kalau menikah cuma karena nurutin tren, takut di langkahi adik, takut gak laku, atau gengsi, dari mana kalian memahami apa arti rumah tangga untuk kehidupan kalian? Saya banyak menangkap banyak fenomena pernikahan jaman now. Macem-macem modelnya. Banyak yang mengidam-idamkan dan memimpikan ingin cepat-cepat menikah. Membina rumah tangga tidak segampang menulis teori tentang pernikahan. Prakteknya akan jauh lebih mencengangkan. Dan kita harus siap lahir bathin menerima semua kenyataan.. Seumur hidup lho...!!!
Jadi, ibadah dalam menikah itu harus berjalan setara dalam pernikahanmu. Tidak hanya untuk satu hal. Tapi semua hal yang berhubungan dengan BERDUA.
Have a great Saturday....!!!


IB : MS (Entertainer), Buku tentang pernikahan, dan orang-orang yang menginspirasi.

Best Choice Before Married

Sebelum mengarah pada pernikahan. Yang paling utama yang harus kita perhatikan adalah harus SEIMBANG dulu hubungannya. SAMA-SAMA saling tertarik, saling suka, saling sayang, saling menghargai, sama sama mau bikin hubungan ini berhasil. Baru bisa di harapkan untuk pernikahan yang baik. Tanpa di sadari, banyak orang menjalin hubungan sama orang yang sebenarnya dia ga suka-suka amat (nurutin ego, dipaksa pihak tertentu, kepentok umur, gengsi ga punya pacar,dll). Atau udah tau ngga di hargai, ga di gubris tapi masih di lanjutkan. Terus terang, hubungan kaya gini nih yang cari penyakit. Jangan berharap bertahan lama, kalau awalnya saja udah banyak kesalahan. Jelas-jelas udah kelihatan ngga sehatnya karena perlu DUA PIHAK yang usaha mati-matian untuk sebuah PERNIKAHAN. Kalau cuma satu pihak aja yang mati-matian pasti rasanya mau mati. Kedengerannya lucu kalimatnya, tapi setelah di jalani ga ada lucu-lucunya. Mau nyoba?
Sebelum kamu mencari seperti apa pasangan yang ingin kamu ajak susah seneng bareng. Kamu harus kenal diri kamu sendiri dulu. Banyak orang yang menyepelekan kata kata ini, bahkan nyaris tidak tau. Padahal ada banyak keuntungan saat kita bisa kenal siapa kita. Karena semakin kita kenal dengan diri kita sendiri, akan semakin kita tau apa yang kita mau. Tipe pasagan seperti apa yang kita butuhkan. Apa yang paling penting buat kita dari seorang pasangan. Karakter apa yang kita ga mau tolerir. Hal-hal apa yang kita ga sudi kompromi. Dan kekurangan-kekurangan apa yang mau kita terima. Makin kita melek, makin mudah untuk kita buat keputusan mau lanjut ke pernikahan atau udahan aja cukup sampe disini.
Tapi, lain lagi kalau kita ga kenal diri kita sendiri, ga tau kita maunya apa, atau ga punya gambar diri yang bener (kamu pikir kamu ga cukup bagus atau takut ga ada lagi yang mau sama kamu), akan susah untuk buat keputusan yang bijaksana. Akhirnya setelah di paksain naik pelaminan eh malah jadi penderitaan berkepanjangan. Karena kamu milih tetep ambil apa yang jelas-jelas ga bisa kamu terima. Ga mau kan???
Pernyataan ‘ga ada yang sempurna’ emang bener, setiap orang juga terlahir pasti ada paket plus minusnya. Tapi kita tetep harus tau apa yang penting buat kita. Apa yang kita prioritaskan. Hubungan yang baik itu harus seneng. Kalau baru pacaran aja udah ribet sama drama, bayangin kalau udah nikah. Ngimpi kalau ngarepin orang berubah cuma karena MENIKAH. Kecuali kalau mental kamu bener-bener siap buat nerima semua hal tadi seumur hidup kamu. Karena menikah adalah meninggalkan keluarga inti untuk menghabiskan sisa umur yang kita punya dengan orang yang tepat, bukan yang cepat. Dan setiap harinya dalam pernikahan, kita bisa memilih untuk terus bersyukur atau terus mengeluh.
Coba di evaluasi lagi hubungannya. Kalau rasa saling memperjuangkannya itu sama beratnya baru berharga untuk di perjuangkan ke jenjang berikutnya. Perlu kedewasaan untuk membuat penilaian yang apa adanya. Kalau udah nikah gimana? Kalau udah nikah cuma bisa di ikhlasin, gigit jari, nangisin pilihan sendiri. Kan dulu milih sendiri. Konsekuensinya memang seumur hidup.
Semoga semakin lebih berani memperjuangkan untuk sesuatu yang memang harus di perjuangkan. Lebih berani tegas untuk sesuatu yang memang harus di tegaskan. Dan lebih berani meninggalkan untuk sesuatu yang memang harus di tinggalkan. Sebab, semakin hari akan semakin mengerti, hidup itu tentang mengambil pilihan demi pilihan.


IB : MS (Entertainer), PK.