‘Menikah itu ibadah’. Pasti tau lah ya...
Hampir kebanyakan orang pengen cepet-cepet nikah dengan dalih karena itu adalah ibadah. Sebenernya artinya ga cuma sekedar itu. Pengertian ibadah dalam pernikahan itu luas banget. Saya mencoba membuat kesimpulan pengertian ibadah dalam pernikahan dari beberapa sumber yang pernah saya tanya dan saya baca.
Ibadah dalam pernikahan artinya keserupaan. Yaitu serupa dengan Tuhan. Kalau kita menjalankan pernikahan dengan caranya Tuhan, maka pernikahan itu adalah ibadah. Disebut ibadah jika sikap hidup kita dalam pernikahan menyerupai perintah Tuhan kita. Bahkan kalau kita bekerja sebagaimana Tuhan ingin kita bekerja, itu juga ibadah. Menjalankan kewajiban dengan semestinya dan seharusnya. Semakin cara hidup kita serupa dengan yang Tuhan kita inginkan, itulah ibadah sesungguhnya. Bukan hanya di tempat ibadah dan melakukan rutinitas agama saja. Melainkan cara hidup kita yang baik. Itu pun ibadah. Memilih pasangan hidup yang bisa terus mengingatkanmu pada Tuhan, itu juga ibadah. Namanya juga pernikahan. Semua tentang berdua kan. Termasuk urusan ibadah. Jadi, sebelum kamu mengatasnamakan ibadah dalam pernikahanmu, pilihlah dulu pasangan yang akan membawamu pada ibadah tersebut.
Saya pernah membaca sebuah buku tentang pernikahan. Ada satu lembar dari buku tersebut yang isinya tidak asing di telinga, tetapi memiliki makna tersirat yang sangat mengagumkan, dan saya suka bagian itu. Isinya begini.
Saya terima nikahnya si anu binti si anu dengan mas kawinnya bla bla bla di bayar tunai...
“Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya. Dosa apa saja yang telah ia lakukan. Dari tidak menutup aurat hingga meninggalkan shalat. Semua yang berhubungan dengan si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orangtuanya yang menanggung. Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku. Jika aku gagal, maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku.” (HR. Muslim)
Semoga isi tulisan di atas bisa di pahami ya. Hehehe... Jujur saya merinding pas baca tulisan itu. Karena saya baru tau makna dari kalimat ijab qabul. Speechless.
Buat saya, menikah bukan hanya perkara memiliki keturunan, pasangan yang baik dan setia. Tapi juga tentang bagaimana menerima semua yang berhubungan dengan rumah tangga. Bahkan dalam agama Islam jelas di katakan saat memilih pasangan, yang harus di perhatikan pertama kali adalah agamanya. Karena fondasi rumah tangga yang baik datang dari pemahaman agama yang baik. Penting. Jelas sangat penting. Kalau menikah cuma karena nurutin tren, takut di langkahi adik, takut gak laku, atau gengsi, dari mana kalian memahami apa arti rumah tangga untuk kehidupan kalian? Saya banyak menangkap banyak fenomena pernikahan jaman now. Macem-macem modelnya. Banyak yang mengidam-idamkan dan memimpikan ingin cepat-cepat menikah. Membina rumah tangga tidak segampang menulis teori tentang pernikahan. Prakteknya akan jauh lebih mencengangkan. Dan kita harus siap lahir bathin menerima semua kenyataan.. Seumur hidup lho...!!!
Jadi, ibadah dalam menikah itu harus berjalan setara dalam pernikahanmu. Tidak hanya untuk satu hal. Tapi semua hal yang berhubungan dengan BERDUA.
Have a great Saturday....!!!
IB : MS (Entertainer), Buku tentang pernikahan, dan orang-orang yang menginspirasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar