Rabu, 21 Desember 2016

Mother's Day

Assalamualaikum... wrwb (Edisi Hari ibu.... 2016)
IBUMU SARJANA APA?
Ibuku gelarnya adalah MSi : Master Segala ilmu.

Tidak terbayang bukan, menjadi ibu yang baik itu harus banyak belajar dan terus belajar, lifelong education istilah kerennya.

1. Ibu harus belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan, serta menata pemasukan & pengeluaran yang seimbang.

2. Ibu harus belajar ilmu Tata Boga, chef, atau perhotelan, belajar mengatur masakan keluarga dengan kreatif, supaya tidak bosan.

3. Ibu harus belajar ilmu Keguruan. Ia harus menguasai ilmu yang diajarkan di sekolah dasar, agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dengan PR-nya.

4. Ibu harus belajar Agama, karena ibu-lah yang pertama kali mengenalkan anak pada Allah, membangun akhlak yang luhur serta iman yang kokoh.

5. Ibu harus belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.

6. Ibu harus belajar Farmasi, agar dapat memberi pertolongan awal pada keluarga yang sedang sakit dan menyediakan obat-obatan ketika keadaan darurat.

7. Ibu harus belajar Keperawatan, karena beliaulah yang merawat anak/suami ketika sakit. Yang menyeka tubuhnya ketika tidak diperbolehkan mandi, mengganti kompres. Ibu adalah perawat yang handal.

8. Ibu harus belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk, dll.

9. Ibu harus belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dengan baik saat menghadapi anak-anak di setiap jenjang usia, juga sebagai teman curhat suami yang terbaik, ketika suami sedang mengalami masalah.

10. Ibu juga bisa cari uang ( bekerja ) Seandainya ibu harus kuliah dulu, butuh berapa lama? Bisa jadi lebih dari 9 jurusan di atas tadi.

Begitu luar biasanya seorang ibu, dengan multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik menemani anak-anak dan suami tercinta. Sudahkah kita memberikan yang terbaik untuk ibu kita?

“Seorang ibu bisa merawat 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa merawat satu ibunya.

Selamat BERBAHAGIA untuk semua Ibu2 Cantik di seluruh dunia. 😘💞💐 Semoga Allah memberi Aman, selamat, barokah, lancar.
,

Senin, 19 Desember 2016

Allah memberi kita yang terbaik

Allah tahu apa yang terbaik. Dia mengatur semuanya jadi cukup indah.

Kita hanya perlu yakin dan menanti saat dan ketika itu tiba. Dekatkan diri padaNya. Menangislah memohon ampun di atas dosa-dosa lalu. Semoga Dia permudahkan jalan kebahagiaan kita.

Bersabarlah, Kadangkala, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari ujian yang kita lalui.

Dengan tertundanya kebahagiaan itu, siapa tahu Allah sedang mengajar kita tentang makna menghargai.

Ya, ketika jodoh telah datang, pastinya kita akan menjadi seorang yang lebih manis dalam bersyukur serta menjadi lebih istimewa.

Dengan tertundanya pertemuan itu, mungkin Allah ingin memberikan yang lebih baik kepada kita.

Dan atau dengan tertundanya jodoh itu, Allah ingin menjadikan kita lebih matang dan lebih bersedia dalam membina keluarga.
---
Ingatlah, Allah itu sebaik-baik pengatur. Be Positive :)
---
Tak perlu risau menanti.. Karena Yang Maha Pemurah tak pernah ingkar janji. Berbaik sangkalah padaNya

kelak seseorang yang baik akan menemukanmu atas seizin-NYA.

Source : Love Islam
www.google.com

Si Idiot Yang Cermat

*Si Idiot

Jika orang2 pergi ke sekolah, kampus, karena mereka ingin memperoleh nilai bagus, ijasah keren, maka jadilah "si idiot" yang justeru pergi ke sekolah, kampus karena ingin belajar. Bahkan kalaupun kita tidak diterima di kampus top, fakultas terbaik, tetap jadilah si idiot yang bisa belajar apa saja sepanjang dia suka, karena kita tidak peduli dengan semua ukuran itu. Lupakan soal lulusan terbaik, nilai UN paling tinggi, IPK paling top, apalagi calon mertua nyari yang lulusan S3. Lupakan. Si idiot hanya fokus sekolah karena dia suka belajar, mencari ilmu. Titik.

Jika orang2 pergi ke kantor, tempat bekerja karena mereka ingin memperoleh gaji paling tinggi, fasilitas paling top, maka jadilah "si idiot" yang justeru berangkat kerja karena itu hobi-nya. Bahkan kalaupun pekerjaan tersebut tidak mentereng, dianggap sebelah mata, tetap jadilah si idiot yang selalu riang bekerja, mengerti sekali setiap detiknya adalah ibadah--jadi boro2 mau korupsi waktu, tidak masuk kamus. Lupakan soal sikut2an, pindah2 kerja mencari gaji tertinggi, mengeluh banyak hal, apalagi menjilat ke atasan. Lupakan. Si idiot bekerja karena dia menyukai pekerjaannya, hobinya.

Jika orang2 pergi keliling dunia, jalan2 kemana2 karena mereka ingin punya foto2, dipamer2kan, ditunjuk2an ke orang lain, maka jadilah "si idiot" yang justeru tidak merasa perlu membawa kamera, berfoto ria. Bahkan kalaupun perjalanan itu tidak penting, tidak jauh, hanya ke pasar dekat rumah, tetap jadilah si idiot yang selalu memperoleh pengalaman baru dari setiap perjalanannya. Lupakan soal catatan hebat, si idiot lebih memilih memeluk sendiri semua pengalaman hidupnya, untuk menjadikannya semakin baik dan paham.

Sungguh, bukankah jika orang2 melakukan banyak hal dengan rumus yang sama, dan ternyata lebih banyak gagalnya, mungkin sudah tibanya bagi kita semua untuk mencoba menggunakan cara "si idiot".

Lakukanlah. Boleh jadi dengan cara ini, kita akan benar2 mengetahui definisi kebahagiaan hidup. Tanpa topeng, tanpa pamer, tanpa harus sibuk menjelaskan, menerangkan, apalagi membuktikan betapa kerennya hidup kita. Yang sialnya, orang lain justeru sebaliknya, sibuk pamer, menjelaskan, menerangkan dan membuktikan betapa keren hidup mereka ke kita.

Si idiot tidak peduli itu semua, dia hanya sibuk menjalani hidup sebaik mungkin, mengalir seperti aliran sungai yang jernih nan bening. Toh, yang tahu persis kita bahagia, keren, hebat, dsbgnya adalah kita sendiri, bukan dinding media sosial.

*Tere Liye

Sabtu, 14 Mei 2016

Belajar Untuk Memahami

SAYA BELAJAR UNTUK MEMAHAMI

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
saya tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintai saya..
Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
Tidak ada yang instant atau serba cepat didunia ini ..
Semua membutuhkan proses dan pertumbuhan..

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
Dua manusia dapat melihat satu benda yang sama..
Tapi bisa jadi memiliki dua sudut pandang yang berbeda..

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
Saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi..
Ataukah sikap dan emosi itu yang akan menguasai saya..

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
Sebaik-baiknya pasangan itu..
Mereka pasti pernah berbuat khilaf...
Dan untuk itu saya harus memaafkannya..

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
Saya harus bisa memaafkan diri sendiri dan orang lain
Jika tidak ingin dikuasai oleh perasaan bersalah terus menerus..

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
Saya punya hak untuk marah..
Tapi itu bukan berarti Saya harus benci dan berlaku bengis pada orang lain..

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan..
Dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya..

Saya belajar
Untuk Mengerti Bahwa..
Lingkungan dapat mempengaruhi kepribadian saya..
Namun saya harus bisa lebih bertanggung jawab
Untuk apa yang telah saya lakukan..

Saya belajar
Untuk mengerti Bahwa..
Sahabat terbaik selalu ada bersama saya
Untuk dapat melakukan banyak hal..
Dan kami selalu selalu mempunyai waktu terbaik untuk berbagi rasa .

Minggu, 08 Mei 2016

Berjuanglah Dengan Penuh Kesungguhan...


BERJUANGLAH DENGAN PENUH KESUNGGUHAN, 
AGAR CINTAMU BERAKHIR DI PELAMINAN 
Jika ditolak sekali, Itu bukan salahmu. 
Jika ditolak sepuluh kali, Masih ada kesempatan kesebelasnya. 
Jika di tolak sembilan puluh sembilan kali, 
Maka masih ada kesempata yang ke seratusnya. 

Teruslah berjuang karena berjuang dalam kebaikkan 
takkan mengurangi harga dirimu sebagai pria, 
Teruslah berjuang karena banyak wanita yang menyukai 
perjuangan seorang pria menghadapi walinya. 

Namun… Jika ke seratus satu kali kau tetap ditolak, 
cobalah untuk membeli cermin. 
Lalu, tanya pada sosok di dalam cermin itu,
Apa kekurangan yang mesti kuperbaiki?
 Meski wanita menyukai suatu perjuangan, 
adakalanya wanita jauh lebih menyukai suatu kesungguhan. 

Maka, bersungguh-sungguhlah dalam memperjuangkan cinta 
Luruskan niat dan jangan biarkan 
semua perbaikanmu diniatkan hanya agar dapat perhatian wanita. 

So, sekali lagi… 
beli cermin sekarang juga! 
Berbenah diri dan terus menjadi yang terbaik dari masa ke masa 
Hingga akhirnya kau dan tulang rusukmu dapat bersatu dalam ikatan suci penuh kelezatan cinta 
Melebur perbedaan menjadi serasi pun serasa :) 
Setuju ?

Ternyata Bersyukur Itu......


TERNYATA BERSYUKUR ITU..... 

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, 
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah. 
Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan, 
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri. 

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, 
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dlm kehidupannya. 
Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, 
Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya. 

Aku melihat hidup tetanggaku sangat beruntung, 
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung. 

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui.. Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmat-Mu.. 
Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini. Dan satu hal yang aku ketahui, 
bahwa Allah tak pernah mengurangi ketetapan-Nya. 
Hanya aku-lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan takdir Ilahi. 
Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain. 

Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku. 
Tapi rezekiku tahu dimana diriku berada. 
Dari lautan biru, bumi dan gunung, 
Allah telah memerintahkannya menuju kepadaku. 
Allah menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku. 

Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja. 
Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya.. 
Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, 
adalah kekeliruan berganda.. 

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, 
yang mungkin esok akan ditinggal mati. 
Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, 
tapi apa yang telah dinikmatinya. 

Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, 
Allah menaruh sekehendak-Nya. 
Diulang bolak balik 7X Shafa dan Marwa, 
tapi air Zam-zam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail A.S. 
Ikhtiar itu perbuatan. 
Rezeki itu kejutan. 

Dan yang tidak boleh dilupakan, 
tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak… 
Darimana dan digunakan untuk apa
Karena rezeki hanyalah hak pakai, bukan hak milik.. 
Halalnya saja dihisab..
dan haramnya diadzab. 

Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain. 
Bila aku iri pada rezeki orang, 
sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya.