Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Adik saya 2, perempuan. Mereka kembar, tetapi kembar tidak identik. Ya, kami semua perempuan. Yang laki-laki hanya ayah kami. Heheheee... Saat ini umur saya 24 tahun, dan adik saya berumur 16 tahun. Perbedaan yang lumayan jauh. Bisa kebayang saya yang sudah berkepala 2, yang sudah bekerja, memiliki adik yang masih duduk di bangku SMA kelas X. Dengan semua model cerita dan keluh kesah mereka setiap harinya.
Kesibukan kami pun beragam. Saya yang bekerja dengan sistem shif di sebuah perusahaan retail ternama di Indonesia dengan waktu kerja 8-9 jam sehari. Sementara adik saya yang setiap pagi berangkat sekolah menuntut ilmu. Jam pulangnya tak bisa di tentukan di karenakan ekstra kurikuler yang mereka ikuti. Terkadang pulang siang, kadang sore, kadang bisa sampai menjelang malam.
Tapi kami tetap kakak beradik yang asyik. Berantem tiap hari pasti, ribut-ribut kecil itu pasti ada. Saling pinjam-pinjam uang tapi tak pernah kembali juga biasa. Buat kami, tak ada hutang antara saudara. Yang ada saling membantu. Kami tak pernah membenci apapun keburukan antara kami bertiga. Bahkan saling memotivasi. Karena kami punya cita-cita yang sama. Yaitu membahagiakan hari tua orang tua kami. Bahkan tekad kami kuat akan menghadiahkan perjalanan Haji untuk beliau. Haaaahhh.... Semoga Allah menjabahnya.
Hai, adik-adikku yang cantik....
Yang satu pemarah, yang satu penyabar
Yang satu lemot, yang satu ga sabaran
Yang satu bongol, yang satu manja
Yang satu selenge'an, yang satu cekatan
Yang satu natural, yang satu centil
yang satu drawer, yang satu reader
Suatu saat kita akan merindukan masa-masa mengharukan, membosankan, menyenangkan, dan menegangkan di rumah ini.
Masa dimana kita saling curhat sampai tengah malam.
Masa tidur sempit-sempitan padahal kita punya kamar masing-masing.
Masa kita nangis karena kita dimarahi habis-habisan.
Masa dimana kita bisa cerita soal kita suka sama cowo dan mantan.
Masa dimana kita flashback tentang kenakalan kita dulu dan sekarang menjadi manusia yang lebih baik.
Masa dimana kita bisa bertukar pendapat soal sifat kita.
Masa dimana kita selalu bingung memilih pakaian yang akan dikenakan setiap harinya. Padahal baju di lemari lebih dari banyak.
Masa dimana kita bisa pinjem-pinjeman sepatu, sendal, rok, baju, jaket, jilbab dan lain sebagainya karena postur badan kita hampir sama semua.
Masa dimana kita sering iseng ngerekam salah satu di antara kita yang tidurnya ngorok (mendengkur).
Masa dimana kita selalu tunggu di rumah sepi baru kita bisa makan mie instant.
And more story about us.... I Can't tell it here.
Masing-masing dari kami memiliki cita-cita. Buat kami ga ada cita-cita yang ketinggian. Semua bisa di gapai asal ada niat dan usaha yang gigih. Masing-masing dari kami memiliki cita-cita yang berbeda. Aku memiliki cita-cita menjadi wiraswasta, adikku yang pertama memiliki cita-cita menjadi bagian pendidikan militer, dan adikku yang satu lagi memiliki cita-cita di bidang kesehatan. Namun, kami tak akan memaksa takdir jikalau nantinya masa depan kami bukanlah seperti yang kami impikan. Ntah jadi apapun kami nanti, kami percaya setiap impian berhak untuk diperjuangkan. Dan perjuangan untuk mewujudkannya membutuhkan pengorbanan yang lebih. Bukan hanya materi berupa uang, tapi juga waktu dan kebersamaan. Karena kami punya keinginan untuk melanjutkan study selajutnya di kota pendidikan alias D.I.Y Yogyakarta. Otomatis, kami harus meninggalkan orang tua kami dirumah. Dan menempuh pendidikan selanjutnya di perantauan yang kemungkinan akan sulit membuat kami bertemu. Kami harus meninggalkan rumah beserta semua kegiatan yang biasa kami lakukan dirumah. Haaaahhh.... Moment mengharukan.
Hakikatnya, suatu saat nanti, saat masanya tiba. Kami akan benar-benar meninggalkan orang tua yang sudah membesarkan, menafkahi, menyekolahkan kami. Masa itu adalah masa dimana ayah kami akan menjadi wali dalam akad nikah yang sakral. Melepas kami bermasa pria yang mereka restui, dan bertanggung jawab atas kami nantinya. Melepas kami dengan penuh kekhawatiran tentang semua problematika rumah tangga. Namun mereka perlihatkan sisi kuat mereka di depan kami. Hahahaaaa... Sepertinya masih terlalu jauh untuk memikirkan hal ini. Tapi memang inilah yang sudah saya pikirkan tentang masa depan kami bertiga. Maklumlah, saya yang paling tua.
Saat ini kami fokuskan diri kami pada pendidikan kami. Mengejar semua impian kami sampai kami benar-benar membuat orang tua kami banjir air mata kebahagiaan. Ammmiiiiinnnnnn.....
Semoga sahabat-sahabat yang membaca blog ini juga punya tekad yang sama seperti kami yaaaa.....
Kompak bareng saudara kandung untuk membahagiakan orang tua.
Asyiikk lhhoooo.....
Karena kekompakan seperti ini akan berdampak positif untuk kebaikan kita dimasa mendatang. Terutama saat kita sudah hidup dengan keluarga masing-masing.
God Bless Us


