Rabu, 18 Januari 2017

Sahabat Kandung Seumur Hidup



Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Adik saya 2, perempuan. Mereka kembar, tetapi kembar tidak identik. Ya, kami semua perempuan. Yang laki-laki hanya ayah kami. Heheheee... Saat ini umur saya 24 tahun, dan adik saya berumur 16 tahun. Perbedaan yang lumayan jauh. Bisa kebayang saya yang sudah berkepala 2, yang sudah bekerja, memiliki adik yang masih duduk di bangku SMA kelas X. Dengan semua model cerita dan keluh kesah mereka setiap harinya.

Kesibukan kami pun beragam. Saya yang bekerja dengan sistem shif di sebuah perusahaan retail ternama di Indonesia dengan waktu kerja 8-9 jam sehari. Sementara adik saya yang setiap pagi berangkat sekolah menuntut ilmu. Jam pulangnya tak bisa di tentukan di karenakan ekstra kurikuler yang mereka ikuti. Terkadang pulang siang, kadang sore, kadang bisa sampai menjelang malam.

Tapi kami tetap kakak beradik yang asyik. Berantem tiap hari pasti, ribut-ribut kecil itu pasti ada. Saling pinjam-pinjam uang tapi tak pernah kembali juga biasa. Buat kami, tak ada hutang antara saudara. Yang ada saling membantu. Kami tak pernah membenci apapun keburukan antara kami bertiga. Bahkan saling memotivasi. Karena kami punya cita-cita yang sama. Yaitu membahagiakan hari tua orang tua kami. Bahkan tekad kami kuat akan menghadiahkan perjalanan Haji untuk beliau. Haaaahhh.... Semoga Allah menjabahnya.

Hai, adik-adikku yang cantik....
Yang satu pemarah, yang satu penyabar
Yang satu lemot, yang satu ga sabaran
Yang satu bongol, yang satu manja
Yang satu selenge'an, yang satu cekatan
Yang satu natural, yang satu centil
yang satu drawer, yang satu reader

Suatu saat kita akan merindukan masa-masa mengharukan, membosankan, menyenangkan, dan menegangkan di rumah ini.
Masa dimana kita saling curhat sampai tengah malam.
Masa tidur sempit-sempitan padahal kita punya kamar masing-masing.
Masa kita nangis karena kita dimarahi habis-habisan.
Masa dimana kita bisa cerita soal kita suka sama cowo dan mantan.
Masa dimana kita flashback tentang kenakalan kita dulu dan sekarang menjadi manusia yang lebih baik.
Masa dimana kita bisa bertukar pendapat soal sifat kita.
Masa dimana kita selalu bingung memilih pakaian yang akan dikenakan setiap harinya. Padahal baju di lemari lebih dari banyak.
Masa dimana kita bisa pinjem-pinjeman sepatu, sendal, rok, baju, jaket, jilbab dan lain sebagainya karena postur badan kita hampir sama semua.
Masa dimana kita sering iseng ngerekam salah satu di antara kita yang tidurnya ngorok (mendengkur).
Masa dimana kita selalu tunggu di rumah sepi baru kita bisa makan mie instant.
And more story about us.... I Can't tell it here.

Masing-masing dari kami memiliki cita-cita. Buat kami ga ada cita-cita yang ketinggian. Semua bisa di gapai asal ada niat dan usaha yang gigih. Masing-masing dari kami memiliki cita-cita yang berbeda. Aku memiliki cita-cita menjadi wiraswasta, adikku yang pertama memiliki cita-cita menjadi bagian pendidikan militer, dan adikku yang satu lagi memiliki cita-cita di bidang kesehatan. Namun, kami tak akan memaksa takdir jikalau nantinya masa depan kami bukanlah seperti yang kami impikan. Ntah jadi apapun kami nanti, kami percaya setiap impian berhak untuk diperjuangkan. Dan perjuangan untuk mewujudkannya membutuhkan pengorbanan yang lebih. Bukan hanya materi berupa uang, tapi juga waktu dan kebersamaan. Karena kami punya keinginan untuk melanjutkan study selajutnya di kota pendidikan alias D.I.Y Yogyakarta. Otomatis, kami harus meninggalkan orang tua kami dirumah. Dan menempuh pendidikan selanjutnya di perantauan yang kemungkinan akan sulit membuat kami bertemu. Kami harus meninggalkan rumah beserta semua kegiatan yang biasa kami lakukan dirumah. Haaaahhh.... Moment mengharukan.



Hakikatnya, suatu saat nanti, saat masanya tiba. Kami akan benar-benar meninggalkan orang tua yang sudah membesarkan, menafkahi, menyekolahkan kami. Masa itu adalah masa dimana ayah kami akan menjadi wali dalam akad nikah yang sakral. Melepas kami bermasa pria yang mereka restui, dan bertanggung jawab atas kami nantinya. Melepas kami dengan penuh kekhawatiran tentang semua problematika rumah tangga. Namun mereka perlihatkan sisi kuat mereka di depan kami. Hahahaaaa... Sepertinya masih terlalu jauh untuk memikirkan hal ini. Tapi memang inilah yang sudah saya pikirkan tentang masa depan kami bertiga. Maklumlah, saya yang paling tua.
Saat ini kami fokuskan diri kami pada pendidikan kami. Mengejar semua impian kami sampai kami benar-benar membuat orang tua kami banjir air mata kebahagiaan. Ammmiiiiinnnnnn.....

Semoga sahabat-sahabat yang membaca blog ini juga punya tekad yang sama seperti kami yaaaa.....
Kompak bareng saudara kandung untuk membahagiakan orang tua.
Asyiikk lhhoooo.....
Karena kekompakan seperti ini akan berdampak positif untuk kebaikan kita dimasa mendatang. Terutama saat kita sudah hidup dengan keluarga masing-masing.

God Bless Us

Jumat, 13 Januari 2017

Enjoy Your Life



All the lies she has seen
Semua dusta yang tlah dia lihat

All the meaner side of me
Semua sisi kelam diriku

They took away the profits dream for a profit on the street
Mereka membawa pergi mimpi keuntungan demi sebuah keuntungan di jalanan

Now she’s stronger than you know
Kini dia lebih kuat daripada yang kau tahu

A heart of steel starts to grow
Sebuah hati baja mulai tumbuh
All his lies he's been told
Semua dustanya yang tlah dia dengar

He’ll be nothing when he’s old
Dia takkan jadi siapa-siapa saat dia tua

All the kicks and all the blows
Semua tendangan dan tamparan

He will never let it show
Dia takkan pernah menunjukkannya

Cause he’s stronger than you know
Karena dia lebih kuat daripada yang kau tahu

A heart of steel starts to grow
Sebuah hati baja mulai tumbuh

When you've fighting for it all your life
Saat kau tlah memperjuangkannya seumur hidupmu

You've been working every day and night
Kau tlah bekerja siang malam

That’s how a superhero learns to fly
Seperti itulah seorang pahlawan super belajar terbang

Every day, every hour
Setiap hari, setiap jam

Turn the pain into power
Ubahlah rasa sakit jadi kekuatan
All the hurt, all the lies
Semua luka, semua dusta

All the tears that they cry
Semua air mata yang mereka tumpahkan

When the moment tears just right
Saat air mata tepat ditumpahkan

They seem fire in their eyes
Air mata kan tampak seperti api di mata mereka

Cause he’s stronger than you know
Karena dia lebih kuat daripada yang kau tahu

A heart of steel starts to grow
Sebuah hati baja mulai tumbuh
When you've fighting for it all your life
Saat kau tlah memperjuangkannya seumur hidupmu

You've been working every day and night
Kau tlah bekerja siang malam

That’s how a superhero learns to fly
Seperti itulah seorang pahlawan super belajar terbang

Every day, every hour
Setiap hari, setiap jam

Turn the pain into power
Ubahlah rasa sakit jadi kekuatan
She's got lion in her heart
Ada singa di hatinya

A fire in her soul
Api di jiwanya

He's a got a beast in his belly
Ada binatang buas di perutnya

That's so hard to control
Yang begitu sulit dikendalikan

Cause they've taken too much hits
Karena mereka tlah menerima terlalu banyak hantaman

Taking blow by blow
Menerima pukulan demi pukulan

Now light them match up like watch them explode
Kini terangi mereka dan lihat mereka meledak


Saya selalu suka lagu ini. Lagu ini dinyayikan oleh grup band asal Irlandia. Judulnya "Superheroes"
Saya menyukai liriknya.
Dan saya menyukai video clipnya.
Bahkan saya pun sering menyanyikannya.
Namun yang lebih menyita perhatian saya adalah makna dalam lagunya.
Dimana, dalam lagu ini tersirat sebuah pesan.
Bahwa yang sulit tak selamanya sulit, dan yang senang tak selamanya senang.
Kehidupan kita bagai roda yang terus berputar.  Yang pasti merasakan di bawah dan di atas.
Bahkan kamu sendiripun tidak akan bisa memprediksikan dirimu. Kamu hanya bisa merencanakannya dan mengusahakannya. Karena semua takdirmu telah tercatat rapi saat kamu lahir.

Tapi ketahuilah, tidak ada takdir buruk yang Tuhan beri padamu.
Semua tergantung dari bagaimana kamu menyikapi takdirmu.
Dan semua itu akan kembali padamu.

Cara terbaik menyikapi semua ini adalah bersyukur.
Bersyukur dalam keadaan apapun.
Saat sulit, kamu bersyukur masih di beri kesulitan yang bisa kamu atasi, sehingga kamu bisa mengingat ini semua hanya titipan TuhanMu. Dan mengajarimu untuk rendah hati.
Saat bahagia/berjaya/sukses, kamu bersyukur bahwasanya TuhanMu masih mempercayai titipannya padamu. Itu berarti kamu diberi amanah baru. Dan TuhanMu akan selalu merahmatimu saat kamu pun bisa memanfaatkannya dengan baik.

Tidak ada yang perlu ditakuti selama kamu masih punya TuhanMu. Tak perlu takut miskin.
Karena kamu diciptakan oleh sang maha kaya raya. Mintalah apa saja padanya. Sisipkan usaha dan ibadah didalamnya. Maka TuahnMu akan memberikannya.
Untukmu yang sedang dalam kegagalan apapun. Tak perlu risau. Karena sukses sesungguhnya adalah meraih ridho menuju surganya. Jangan takut gagal. Sebab dalam kegagalan ada hal berharga dan hanya kita yang mampu mengambilnya.
Tak perlu kamu ambil hati mereka yang menghinamu. Karena tanpa kamu tahu, merekalah yang membangunmu agar lebih baik dalam membangkitkan semangatmu. Sebanyak apapun jumlah mereka yang menghinamu, sesering apapun mulut mereka merendahkanmu, dan senegatif apapun lingkunganmu. Kamu tetaplah kamu. Tetaplah jadi dirimu yang bisa melakukan hal hebat yang mereka belum tentu bisa lakukan.

Jadilah dirimu sendiri dan lakukan apapun yang kamu bisa tanpa melihat penilaian orang lain.
Biarkan saja air matamu terus mengalir dipipimu tanpa henti. Itu menandakan kamu masih punya hati. Nikmati saja setiap fase kehidupanmu. TuhanMu tak akan pernah ingkar pada janjinya.
"Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti berhasil"

Jangan menyelaraskan kehidupanmu dengan mereka yang serba berkecukupan dan semua terfasilitasi. Selaraskan dirimu dengan mereka yang serba kekurangan. Maka disitulah kamu mengerti apa arti kehidupanmu. Ringankan pula tanganmu untuk memberi, kakimu untuk melangkah ke arah baik, matamu melihat sesuatu yang positif, mulutmu berbicara yang menginspirasi, telingamu mendengar masukan dari orang lain.

Jangan arogan dengan dirimu sendiri. Perhatikan sekitarmu. Seringlah melihat kebawah agar kamu tak dikelilingi kesombongan. Karena pada dasarnya kita diciptakan dengan sifat yang berbeda-beda. Dan hanya kita lah yang mampu mengubahnya. Entah berubah menjadi lebih baik, atau sebaliknya.

Semangat menjadi lebih baik, God Bless Us. Do your best.
Salam semangat...