Mengapa memilih pasangan hidup yang tepat itu penting?
Jawabannya, karena seumur hidup itu lama. Karena jadi pasangan suami istri dan orangtua itu perlu dua orang yang dewasa. Karena kalau salah pilih orang ga bisa di tuker tambah. Perlu dua orang dewasa, karena membina rumah tangga itu harus bisa mengalahkan kesenangan pribadi demi kebahagiaan bersama. Yang gak membesar-besarkan masalah dan menyelesaikannya berdua, bukan mengaitkan pihak lain yang belum tentu terkait sama masalah kita. Yang menganggap kerukunan dalam berumah tangga lebih penting daripada menang sendiri. Dan ini untuk seumur hidup, bukan seminggu atau sebulan. Mau punya pasangan yang kelakuannya masih anak-anak? Kita bakal jadi orangtua lho, jadi teladan bagi anak-anak kita nanti. Kalo pasangan kita modelnya sama kaya anak kita, bakal ada banyak orang yang sikapnya kayak dia di rumah kita. Kalo belum nemu yang baik, dewasa, bisa di percaya, setia, respect, komitmen, peduli sama hubungan kalian, mending jomblo aja dulu deh. Hehehe
Perhatikan karakter dirinya. Karena pada akhirnya yang kita nikahi adalah karakter kesehariannya. SIFAT. POLA PIKIR. RESPON. REAKSI SPONTAN. SIKAP. WATAK. Karakternya cocok gak buat di jadiin teman hidup seumur hidup? DEWASA gak? Waktu dia marah bisa di kontrol gak? Waktu kamu memarahinya dia seperti apa? Mau menerima penjelasan gak? Kalau khawatir, dia mencarimu dengan bertanya atau memarahimu? Gimana perlakuan ke kamu dan keluargamu? Bisa di ajak kompromi gak? Komitmennya bisa di pertanggung jawabkan gak? Mau minta maaf dan memaafkan gak? Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang mondar mandir di pikiran.
Nah, kalo kriteria yang kamu mau seperti itu. Waktunya introspeksi diri. Yang kriteria karakter kayak gitu mau gak sama kamu? Nuntut mah enak ya, padahal kalo di tuntut juga ngedumel dalam hati. Hahaha. Mau yang rajin ibadah, ibadah kita gimana? Mau yang gesit ngerjain kerjaan rumah, kerjaan rumah kita gimana? Mau yang pekerja keras, kitanya gimana? Inget kan kalo jodoh itu cerminan diri kita...
Kebanyakan orang menarik kualitas yang sama dengan dirinya.
Apa yang kamu lihat ya itu yang kamu dapat. Makanya kalo mau liat-liat jangan buru-buru. Takutnya belum keliatan semua. Jangan cuma ngeliat dia mukanya cakep, tinggi, mulus, ngehits, bergelar, dan lain-lain. Adakah jaminan fisik bisa membuat pernikahanmu berjalan baik? Jangan juga merem jadi gak bisa liat apa-apa, padahal udah jelas banget. Buka mata lebar-lebar dalam menentukan pasangan sebelum menikah akan menyelamatkan kamu dari banyaknya drama yang sebenarnya gak perlu. Kalo masih belum nikah sih masih bisa di tuker tambah. Tapi kalo udah tau dia begini begitu tapi tetep ngotot maunya sama dia ya jangan banyak ngemeng, nanti ngeluh kesana sini, cerita kejelekannya kesana sini, nyeselin pilihan yang udah di ambil sendiri. Soalnya paketnya emang harus di ambil semuanya sama sampah-sampahnya juga. Uuppss...
Kalo kamu udah punya kualitas diri yang baik, tinggal MELEK buat milih yang akan kamu nikahi, jangan MEREM. Apalagi pura-pura merem. Soalnya kalo kamunya udah bagus tapi milih yang gak bagus, mau nyalahin siapa? Mau ngorbanin seumur hidup kamu?
Pernikahan hanya untuk orang yang dewasa. Bukan usianya ya, tapi mentalnya. Usia ga menjamin seseorang dewasa. Pernah denger kan kalimat TUA ITU PASTI, DEWASA ITU PILIHAN? Banyak orang menikah karena kepentok umur. Gengsi, malu kalau umur segini belum nikah. Padahal menikah itu ga semudah yang di bayangkan. Cuma orang-orang yang bisa mengesampingkan ego, tidak mementingkan dirinya sendiri dan punya komitmen yang bisa menjalankan pernikahan dengan baik. Karena di dalam pernikahan semua tentang berdua. KITA. And that’s TOUGH.
Kalau masih ada pikiran how about me? What I want? Mending jangan nikah dulu deh. Jangan nikahi orang yang sikapnya belum dewasa. Jangan menikah kalau kamu belum bisa bersikap dewasa (lagi-lagi ngomongin dewasa). Except you want unnecessary dramas.
Kita tidak pernah di larang untuk jatuh cinta pada siapapun. Kita bebas memilih seseorang yang ingin kita cintai. Tapi sayang, kita hanya di beri rasa cinta itu, tidak dengan kuasa. Kita tidak di beri kuasa oleh Tuhan untuk bisa menentukan nanti mau menikah dengan siapa, sebebas kemauan kita. Tuhan sediain banyak pilihan untuk kita. Ketemuin kita sama banyak orang. Terlepas berjodoh atau tidak, percaya saja kalau takdir kita telah tertulis rapi oleh-Nya. Kita hanya akan menikah atas izin dan kehendak Tuhan. Di waktu yang telah Dia tentukan bersama seseorang yang Dia kehendaki.
Yang terpisah, sejauh apapun semesta memisahkan, pasti Tuhan telah mempersiapkan jalan untuk menyatukan. Yang berdekatan, sedekat dan seintens apapun hubungan itu, jika Tuhan menulis takdirmu bukan dengannya, akan ada jalan Tuhan memisahkan dengan ketentuan-Nya. Jangan lupa terus memperbaiki karakter diri supaya dapet pasangan yang bagus juga.
IB : MS (Entertainer), MeMa (Akun inspiratif), Orang-orang inspiratif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar