Banyak masalah bisa terselesaikan apabila kita lebih banyak sharing KEPADA satu sama lain daripada TENTANG satu sama lain. Sering banget orang punya masalah ga diomongin ke orangnya, malah di omongin ke orang lain yang jelas-jelas tidak mau tau masalah kita, apalagi ga bersangkutan sama masalah kita. Ironis ya. Sering banget saya alami, bahkan mungkin masih saya alami. Ga bisa mangkir sih, pemikiran manusia emang ga bisa kita atur seenak jidat, sesuka hati kita. Karena manusia udah tercipta dengan ragam isi pikiran dan karakternya masing-masing. Isi pikiranmu mencerminkan karaktermu. Kadang orang diam belum tentu gak banyak tau, orang banyak omong belum tentu beneran tau. Tapi ada juga yang diem-diem tapi sok tau. Dan lebih parahnya lagi udah diem, sekalinya ngomong sok tau, dan di omonginnya ke orang lain pula. Clear gak? Menurut aku sih gak ya, malah nambah masalah baru karena kita harus berhadapan sama ‘orang lain’ yang tau tadi. Dan secara gak langsung kita ngasi info cuma-cuma ke mereka tentang permasalahan kita.
Kalo punya masalah sama pacar, ya di selesaiin sama pacarnya.
Punya masalah sama istri/suami, ya di selesaiin sama istri/suaminya.
Punya masalah sama temen, ya di selesaiin sama temennya.
Punya masalah sama orangtua, ya di selesaiin sama orangtuanya.
Jangan sampai karena masalah satu yang sebenernya bisa di selesaikan berdua, jadi merembet jadi bertiga, berempat, berenam, bersepuluh. Mencoba berdalih padahal mencari kubu pelindung.
Manusia itu hidup saling mempengaruhi. Antara kita MEMPENGARUHI atau DIPENGARUHI. Berhati-hatilah kamu memberikan dirimu untuk dipengaruhi. Orang yang baik hanya mengharapkan hal-hal baik untuk orang lain. Kamu harus tau identitas dirimu dulu, kenali dulu siapa diri kamu. Supaya kamu gak hidup dalam kekhawatiran orang lain. Dan kamu mudah menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan identitasmu.
Ceritakan apa yang layak kamu ceritakan kepada orang yang benar-benar layak untuk mendengar ceritamu. Siapa? Pemeran utama dalam permasalahan itu pastinya. Itu penting. Bagaimana mungkin suatu permasalahan bisa di selesaikan dengan perantara? Sementara salah satu pemeran utamanya ga tau jika ada yang salah. Apalagi dalam suatu hubungan (Suami/Istri atau Pacaran). Bakal banyak kesalahpahaman yang terjadi, dan jangan salahkan keadaan kalo bakal ada perpisahan. Dampak salah paham itu pedih lho.
Kuncinya apa? Saling terbuka. Jangan baper (ini buat yang kebanyakan nonton drama). Jangan melulu menuntut. Jangan bawa masalah ke status medsos. Harus dewasa. Itu penting.
Jadi, biasakan terbuka pada orang yang tepat bukan mengadu pada orang yang bukan semestinya. Membangun kebiasaan berarti membangun mindset. Happy Saturday...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar